SmiLe in Grief
Tuhan
mempunyai rencana untuk setiap umatnya.
Banyak yang
bilang aku sudah nyaman berada disekolah baruku. Kata mereka : aku terlihat bahagia, tersenyum bebas, dan
tanpa beban.
Just believe it friends, this is just
fake.
Semua itu
palsu, mereka yang peka denganku sadar. Bahwa aku pintar jika harus menutupi
kesedihan. Aku selalu tersenyum dan menganggap, seakan-akan tidak terjadi
apa-apa waktu aku dibully. Tapi aku sensitive. Aku akan menangis didalam do’a,
dan menceritakan kepada Tuhan, semuaa yang terjadi padaku setiap hari.
Teman,
bukannya aku tidak mendengar kata hinaan darimu. Aku dengar, aku punya telinga,
Tuhan menciptakan telingaku, untuk mendengarkan dosa-dosa kalian, dan telingaku
menyampaikan kepada hatiku. Untungnya Tuhan menciptakan hatiku dengan rasa
sabar yang amat sangat tinggi, dan hatiku menyampaikan kepada bibirku untuk
menampakkan senyuman tulusku. Meskipun sakit. Tapi setidaknya, aku kuat.
Sebenarnya
aku tidak mau semua ini terjadi. Aku tidak mau seumur hidupku,untuk
BERPURA-PURA BAHAGIA.
Tapi aku
nggak peduli, sekarang tujuan utamaku adalah sekolah, kuliah, sarjana. Gelar
sarjana yang sangat dinanti – nantikan oleh orang tuaku. Jadi, dalam doaku, aku
selalu bilang dan memohon pada Tuhan, “beri kebahagiaan untuk Orang tuaku ya
ALLAH, sayangi mereka, cintai mereka, aku ingin membahagiakan mereka, berilah
hambamu ini waktu untuk tetap hidup sampai saat dimana ayahku dan ibuku
tersenyum bangga melihatku kelak. Tuhan,
jika Engkau ingin mengambil kedua orang tuaku, aku mohoon sekali, aku mohon,
ambil aku terlebih dahulu.”
Dan aku
percaya, Tuhan telah mentakdirkan jalan hidup seperti ini untukku.
Teman-temanku,
jika kalian merasa sekarang ada dimasa – masa sulit. Percayalah, aku lebih
sulit dari kalian.
Kalian
depresi, bingung dan kadang kalian capek dengan semua yang menimpa kalian
sekarang. Lihatlah aku, aku depresi sejak kecil, aku dibully sejak kecil, karena
aku berbeda. :’)
Tapi aku
percaya, Tuhan mempersiapkan hidup yang lebih baik nantinya, aku percaya itu
dari kecil. Sampai saat ini aku masih menunggu hidup yang bahagia itu, 16 tahun
dibully, itu tidak mudah. Bersyukurlah kalian. Tuhan menyertai kalian.
Tetap
menjadi insan baik, bertaqwa, dan tawakal...
cintai diri kalian, jangan mau direndahkan! tapi merendah demi kesuksesan di puncak tertinggi. itu lebih baik.
"Jangan hiraukan mereka yang benci, memandang penuh iri dan melukai hati, mungkin mereka ingin sepertimu, tapi ternyata tak mampu"
Komentar
Posting Komentar